Sabtu, 24 Oktober 2015

       Persami sendiri merupakan singkatan dari perkemahan sabtu minggu oleh pramuka golongan penggalang setinggkat SD/SMP di suatu sekolah/gugus depan (GUDEP), yang di dalam prosesnya terdapat berbagai kagiatan menggembirakan sekaligus mendidik baik keterampilan, sikap dan budipekerti peserta yang mengikutinya. Kegemaran akan berkemah tidak pernah menurun, bahakan ahir-ahir ini di setiap masa liburan, para remaja banyak yang menghabiskan waktu mereka dengan berkemah, terlebih bagi anak-anak yang terbawa rasa penasaran seperti apa kegiatan tersebut. Dalam prosesnya anak-anak di didik dan di latih pada latihan-latihan rutin pramuka yang merupakan extra-kurikuler di SMP mereka yang dalam hal ini kami mengambil sempel serta praktek di SMP N 1 Ladongi yang selanjutnya teori dan praktek yang di berikan akan menjadi dasar bagi mereka untuk mengikuti kegiatan Persami tersebut. Perubahan sikap menjadi lebih baik akan terlihat ketika kegiatan-kegiatan tersebut di laksanakan, mulai dari Kedisiplinan, Bersaing menjadi yang terbaik, hingga mereka dapat memahami arti dan makna mengapa mereka harus melakukan hal tersebut. Pendidikan dalam bentuk         Persami perlu di tingkatkan dan di kembangkan lagi baik dari sumber daya pengajar serta tuntunan pelaksanaan yang lebih baik dan menarik, hal tersebut di dasari akan perlunya teknik serta cara melatih anak-anak yang hidup di masa moderen agar tetap memahami serta dapat melaksanakan suatu cara hidup dengan mengandalkan cara-cara tradisional yang selain dapat membina fisik juga dapat melatih pola fikir yang kretif tanpa merusak lingkungan di sekitar mereka. Terlebih dalam kegiatan ini mereka dapat berkreatifitas dalam bidang seni tradisional yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia serta melestarikanya lewat pertunjukan budaya Api unggun. Apabila kegiatan ini rutin di laksanakan maka tak ayal tujuan dari bangsa Indonesia menciptakan generasi emas yang memiliki budi pekerti, rasa tenggungjawab dan pengabdian penuh terhadap bangsa Indonesia di tahun 2045 akan terwujud.

Di pandang dari jenis perkemahanya, dibagi emnjadi 4 (empat) sebagai berikut:

Perkemahan Bakti: Perkemahan wirakarya, Kemah kerja;
Kemah Ilmiah: Untuk penelitian, Observasi, atau Survey;
Perkemahan Rekreasi: Liburan, Wisata;
Perkemahan Pendidikan: Pramuka, PMR, atau Organisasi Pecinta Alam.
Di pandang dari lamanya waktu berkemah, perkemahan bisa dibedakan menjadi:
Perkemahan 1 (satu) hari: yang di awali dari pagi hingga sore hari. Biasanya kemah seperti ini mengambil tempat kegiatan yang tidak jauh dari sekolah/gugus depan;
Perkemahan 2 (dua) hari: Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) atau jumat sabtu, dan lain sebagainya;
Perkemahan yang lebih dari dua hari: Perjusami (Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu), Jambore, Raimuna, dan lain sebagainya.
Berdasarkan tempatnya, dapat dibagi menjadi 2 (dua) yakni:

Perkemahan menetap (standing camp)
Perkemahan berpidah-pindah (Safary camp)

poto kegiatan pemasangan tenda persami SMPN 1 Ladongi tgl 24 okt 2015



0 komentar:

Posting Komentar